Selain Lewat Peraturan, FIFA juga Mencegah Terjadinya Cedera Pemain Melalui Asupan Gizi

Mencegah Cedera Melalui Asupan Gizi

Planetolahraga.com – Di dalam dunia sepakbola, cedera merupakan hal lazim. Namun tentu saja sebisa mungkin seharusnya insiden ini dihindari. Pada gelaran FIFA World Cup 2018 kali ini, FIFA melakukan pencegahan terjadinya cedera pada para pemain dalam taraf yang amat detil.

Begitu banyak peraturan baru yang diimplementasikan dalam pertandingan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebuah cedera pada pemain dapat berujung pada gagalnya pemain tersebut untuk mengikuti perhelatan akbar ini hingga selesai. Dalam taraf ekstrem, bisa berujung pada kalahnya timnas yang dibelanya.

Tanpa diduga, standar asupan gizi juga menjadi satu dari sekian hal yang diatur guna menggalakkan pencegahan cedera pemain. FIFA percaya bahwa dengan nutrisi dan gizi yang pas, pemain dapat memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dan tidak rentan terkena cedera fisik.

Dilansir dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), berikut adalah beberapa tips untuk memenuhi asupan gizi agar terhindar dari cedera saat berolahraga, termasuk sepakbola. Mudah, Anda sebenarnya juga dapat mempraktikkannya.

 

1. Cukupi Kebutuhan Kalori

Sumber: rd .com

Kekurangan kalori saat beraktivitas berat seperti saat berolahraga dapat meningkatkan risiko cedera. Saat tubuh tidak mendapat asupan kalori yang cukup sedangkan aktivitas yang dilakukan tinggi, terjadilah mekanisme katabolik.

Di sisi lain, simpanan glikogen di hati dan di otot juga sangat terbatas. Hal ini menyebabkan terjadinya proses pemecahan jaringan otot. Konsekuensinya, selain kehilangan massa otot, tubuh juga tidak dapat memperbaiki jaringan yang rusak selama olahraga dengan cepat sehingga kemungkinan cedera meningkat.

Baca juga: 7 Peristiwa Bersejarah yang Memicu Lahirnya FIFA World Cup

 

2. Konsumsi Lemak Cukup

Sumber: lagizi .com

Lemak dalam tubuh berfungsi sebagai pelindung membran sel dari kerusakan yang sering terjadi saat melakukan olahraga, khususnya sepakbola. Jenis lemak tertentu juga berfungsi sebagai senyawa esensial yang berperan dalam proses inflamasi.

Senyawa ini dapat mejaga kerusakan atau peradangan agar tidak meluas. Namun, perlu diperhatikan pula jenis lemak yang dikonsumsi. Sebaiknya, mengonsumsi lemak tidak jenuh sebanyak 25 hingga 30 persen dari total kebutuhan kalori harian.

 

3. Konsumsi Protein Cukup

Sumber: dlife .com

Protein adalah komponen dasar pembentuk otot sehingga sebelum melakukan olahraga, baiknya mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup agar dapat terhindar dari cedera. Mengonsumsi protein yang cukup dapat mengurangi terjadinya pemecahan jaringan saat latihan dan juga membantu sistem imun tubuh.

Sebaiknya, protein yang dikonsumsi adalah jenis protein dengan nilai biologis tinggi seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

 

4. Konsumsi Antioksidan

livelifegetactive .com

Antioksidan dapat membantu mencegah kerusakan otot akibat aktivitas radikal bebas yang dihasilkan setelah olahraga. Antioksidan terkandung dalam beberapa jenis buah-buahan dan sayur-sayuran, seperti jeruk, apel, strawberry, bayam, brokoli, dan wortel.

 

5. Konsumsi Air dan Mineral yang Cukup

Sumber: drweil .com

Saat melakukan olahraga, tubuh tentunya akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Elektrolit memiliki fungsi yang penting dalam fleksibilitas otot.

Saat kekurangan cairan dehidrasi, seseorang rentan mengalami kram dan kehilangan fokus. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan cairan dan mineral bagi tubuh sangat penting ketika berolahraga, terutama untuk menghindari terjadinya cedera.

Anda dapat mengonsumsi minuman mengandung elektrolit untuk mengembalikan cairan dan ion-ion tubuh yang hilang bersama keringat setelah berolahraga.

 

6. Hindari Jenis Makanan dan Minuman Tertentu

Sumber: papasemar .com

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari saat akan melakukan maupun setelah melakukan olahraga. Jenis makanan dan minuman ini dapat meningkatkan inflamasi dan memperlambat terjadinya perbaikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak saat berolahraga.

Minuman dan makanan tersebut adalah minuman berkafein yang tinggi (biasanya berasal dari kopi), minuman beralkohol dan fermentasi karbohidrat, makanan yang sudah diproses (contohnya makanan kaleng), dan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti gorengan.

Sumber: gogobli .com

Selain asupan nutrisi tubuh yang cukup, untuk menghindari cedera, khususnya bagi pemain sepakbola, diperlukan fokus total saat bertanding. Oleh karena juga penting memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh otak. Namun menjaga otak agar tetap sehat bukan hanya dikhususkan bagi pesepakbola, tapi untuk setiap orang.

Baca juga: Juara Bertahan Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2018

Mulailah rutin mengonsumsi sejumlah bahan makanan dari nabati maupun hewani agar asupan nutrisi untuk tubuh terpenuhi. Jika dirasa kurang, Omepros dapat menjadi andalan. Suplemen makanan Omepros mengandung omega 3, 6, 9, EPA, DHA, vitamin E dari minyak biji blackcurrant dan minyak ikan salmon.

Kandungan EPA dan DHA yang ada pada Omepros berperan menutrisi otak sehingga membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Tidak hanya sampai di situ, kandungan Omega 3, 6, dan 9 yang ada dalam Omepros jelas mampu mencegah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Bagi orang umum selain memenuhi asupan nutrisi bagi tubuh, jangan lupa seimbangkan hidup sehat dengan juga rutin melakukan aktivitas olahraga. Para pesepakbola biasanya diwajibkan melakukan pemanasan sebelum bertanding. Aktivitas ini adalah salah satu upaya guna menghindari cedera. Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak cedera saat berolahraga. Omepros, balancing your life!

Sumber featured image: kensforce .com

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password